BOGOR24JAM.COMKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menggulirkan program prioritas nasional Budidaya Ikan Darat Tematik berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Program tersebut menargetkan pembangunan 40.000 titik budidaya di seluruh Indonesia hingga tahun 2029, dengan fokus awal pada lima provinsi prioritas, termasuk Jawa Barat.

Sosialisasi program dilakukan di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Dalam kesempatan itu, petugas KKP Kabupaten Bogor, Rangga, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor perikanan budidaya.

Menurut Rangga, sesuai arahan Presiden dan Menteri Kelautan dan Perikanan, penerima program bukan kelompok tani atau perorangan, melainkan pemerintah desa sebagai entitas pengelola.

"Pengajunya bukan kelompok tani, tetapi pemerintah desa. Nantinya desa menjadi penerima program dan memiliki kewenangan untuk menentukan pengelola, sistem operasional, hingga model bisnis yang akan dijalankan," ujar Rangga.

Ia menjelaskan, lima provinsi yang menjadi prioritas program tahap awal meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini menggunakan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) dengan kolam beton permanen yang dilengkapi sistem sirkulasi dan penyaringan air modern. Komoditas yang dapat dibudidayakan melalui program tersebut adalah ikan nila dan ikan lele.

"Kolam yang dibangun merupakan kolam darat permanen berbahan beton lengkap dengan sarana dan prasarana pendukungnya," jelas Rangga.

Bantuan yang diberikan mencakup 20 unit kolam produksi, gudang pakan dan peralatan, sistem RAS, serta dukungan benih dan pakan untuk satu siklus produksi hingga masa panen.

"Setelah panen pertama, usaha diharapkan dapat terus berjalan secara mandiri melalui sistem dana bergulir dari hasil produksi yang diperoleh," tambahnya.