BANDUNG | BOGOR24JAM.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sosok A. Mundzir, S.E., M.M. tampil sebagai figur yang tidak hanya aktif di dunia akademik, tetapi juga konsisten mengabdikan diri dalam bidang pendidikan, kepramukaan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan media dan penelitian.

Lahir di Sampang, Madura, pada 11 Agustus 1980, Ahmad Mundzir menempuh perjalanan panjang yang membentuk dirinya menjadi akademisi sekaligus praktisi yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia. Berbekal pendidikan dasar dan menengah di kampung halamannya, ia kemudian melanjutkan studi manajemen hingga meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Bina Nusantara dan Magister Manajemen dari Universitas Paramadina Jakarta. Saat ini, ia tengah menempuh program doktoral (Ph.D Candidate) di City University, Kuala Lumpur, Malaysia.

Namun bagi Mundzir, pendidikan bukan sekadar gelar akademik. Baginya, ilmu pengetahuan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Prinsip itulah yang mengantarkannya aktif dalam berbagai organisasi sosial dan pendidikan. Dunia kepramukaan menjadi salah satu ruang pengabdian yang digelutinya selama bertahun-tahun. Ia pernah terlibat dalam berbagai posisi strategis mulai dari tingkat cabang hingga daerah di Gerakan Pramuka Jawa Barat. Saat ini, ia menjadi anggota Korps Pelatih Pusdiklatcab Sukapura Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya serta Pembina Pramuka di Gugus Depan Tasikmalaya.

Kecintaannya terhadap pembinaan generasi muda juga diwujudkan melalui Pesantren Pramuka Khalifa yang dipimpinnya sebagai Ketua Dewan Pengasuh sejak tahun 2022. Di tempat tersebut, pendidikan karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang tangguh dan berintegritas.

Tidak hanya aktif dalam pendidikan karakter, Mundzir juga dikenal sebagai pegiat kebangsaan. Ia mengikuti berbagai program strategis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI dan Lemhannas RI, mulai dari Pendidikan Kader Bela Negara, Pendidikan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan hingga Pelatihan Fasilitator Bela Negara. Pengalaman tersebut semakin memperkuat komitmennya dalam menanamkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada masyarakat.

Di bidang profesional, Ahmad Mundzir memiliki pengalaman lebih dari dua dekade. Kariernya dimulai sebagai reporter media massa pada akhir 1990-an sebelum kemudian mengembangkan berbagai lembaga pendidikan, pelatihan, dan konsultasi. Saat ini ia menjabat sebagai Direktur PT Dexpert Corp Indonesia, Komisaris PT Global Optima Media, Peneliti pada VISTA Research Center, serta Ketua Dewan Pembina Yayasan UDEX Institute.

Sebagai peneliti, perhatian Mundzir banyak tertuju pada bidang manajemen, pemasaran digital, transformasi digital, kecerdasan buatan, perilaku konsumen, hingga kepemimpinan. Sejumlah karya ilmiahnya telah dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional. Penelitiannya mengenai implementasi AI dalam media online, perilaku konsumen berbasis kecerdasan buatan, hingga produktivitas organisasi di era digital menunjukkan konsistensinya dalam mengkaji dampak teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan dunia usaha. Beberapa karya ilmiahnya bahkan telah memperoleh identitas digital internasional (DOI) dan terindeks dalam berbagai basis data akademik.

Selain menulis artikel ilmiah, ia juga produktif menerbitkan buku. Di antaranya "Shalat di Perjalanan: Panduan Qashar, Jama' dan Qadha' untuk Musafir" serta "40 Hari Pertama di Pesantren" yang diterbitkan pada tahun 2025. Melalui karya-karyanya, ia berupaya menjembatani ilmu pengetahuan, pendidikan, dan nilai-nilai keislaman agar dapat dipahami secara praktis oleh masyarakat luas.