PARUNGPANJANG | BOGOR24JAM.COM – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Parungpanjang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda melalui pelatihan komunikasi, media sosial, dan jurnalistik yang digelar pada 17–18 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Tim Kominfo Kwarran Parungpanjang, Dewan Kerja Ranting (DKR), Unit Kerja Protokoler, serta Dewan Saka. Pelatihan menghadirkan praktisi komunikasi dan jurnalistik, Hari Setiawan, S.I.Kom, sebagai narasumber yang membagikan pengalaman dan pengetahuan terkait dunia komunikasi publik dan media digital.
Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwarran Parungpanjang, Ahyani, S.Pd., mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya organisasi dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat.
“Generasi muda saat ini tidak hanya dituntut aktif dalam organisasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, memahami etika bermedia sosial, serta mampu menyampaikan informasi secara benar, akurat, dan bertanggung jawab,” ujar Ahyani.
Menurutnya, kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan penting di era modern. Karena itu, anggota Pramuka perlu dibekali keterampilan yang dapat mendukung peran mereka sebagai agen perubahan sekaligus penyebar informasi positif di lingkungan masyarakat.
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup komunikasi efektif, teknik public speaking, pemanfaatan media sosial secara bijak, dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, hingga etika dalam menyebarluaskan informasi di ruang digital.
Selain teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung dalam menyusun berita dan mengelola konten informasi yang menarik, edukatif, serta sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Ahyani berharap melalui pelatihan ini anggota Pramuka di Parungpanjang semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat.
“Harapan kami, peserta tidak hanya memahami teori komunikasi dan jurnalistik, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan organisasi. Mereka diharapkan menjadi generasi yang adaptif, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital,” katanya.
