Ciawi, BOGOR24JAM.COM - Pentingnya menjaga lingkungan harus dilakukan semua unsur masyarakat, guna mencegah terjadi bencana, yang tidak diharapkan adanya, oleh semua pihak.

"Namun. berbeda halnya dilakukan pihak proyek PLN yang sedang melakukan aktivitas di wilayah Ciawi, seakan abai terhadap itu,"  kata Ujang Kamun pembina Forum Masyarakat Ciawi peduli (Formacip).Rabu 13 /03/2025.

Ujang Kamun menjelaskan, kepedulian pada lingkungan, perlu disadari oleh berbagai pihak,ditengah lingkungan sosial dimanapun, guna mencegah terjadi bencana yang tidak dinginkan.

"Ini kejadian di seputaran jalan banjarwaru, di mana air meluap ke jalan raya akibat got /drainase tersumbat, disebabkan oleh tanah proyek galian kabel PLN, yang tidak  dibenahi dengan baik oleh pihak proyek,"  Jelasnya.

Seharusnya, lanjut Ujang Kamun, pihak proyek  bisa mengantisipasi apa yang  bakal terjadi, yang bisa membahayakan lingkungan sekitar , "akan tetapi dengan terjadi seperti ini, pihak proyek   terkesan tidak peduli pada lingkungan Kami,"  tandasnya.

Senada dikatakan  Iwan Kaleng, warga Desa BanjarWaru, kejadian tersebut terdapat beberapa titik galian kabel yang dibiarkan begitu saja. "Akhirnya tanah yang dibiarkan ini menyumbat aliran air di got, sehingga saat hujan seperti ini , air meluap  sangat membahayakan pengguna jalan,” jarnya. Kepada Wartawan Rabu 12/03/2025.

Kondisi tersebut dinilainya, selain membahayakan pengguna jalan, juga sangat mengancam  lingkungan sekitar, "jika volume air terus bertambah tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi banjir bah di lingkungan kami,"  ucapnya 

Iwan Kaleng menegaskan, seharusnya pihak proyek lebih peka,lebih peduli terhadap keamanan lingkungan tempat bekerja, sebab mereka yg Idak akan paham betul situasi kondisi, "maka harus koordinasi dengan baik bersama lingkungan, guna mencegah hal yang tidak di inginkan," tegasnya

Dengan ada nya hal tersebut kepada pemerintah berwenang lanjut nya, "dalam hal ini petugas  PUPR Ciawi harus melakukan peneguran terkait  rusaknya saluran drainase, jangan sampai menimbulkan bahaya berkelanjutan." Pungkasnya.(Wan)