NANGGUNG | BOGOR24JAM.COM – Pemerintah Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menghadapi tekanan anggaran serius pada tahun 2026 setelah Dana Desa mengalami penurunan signifikan.

Jika pada tahun sebelumnya Desa Hambaro menerima anggaran sekitar Rp1,4 miliar, pada tahun ini jumlah tersebut menyusut drastis menjadi Rp373.456.000.

Penurunan ini berdampak langsung terhadap sejumlah program prioritas desa, terutama Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang harus mengalami pengurangan jumlah penerima.

Kondisi tersebut terungkap dalam Musyawarah Desa (Musdes) perubahan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP) dan APBDes 2026 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT.

Kepala Desa Hambaro, H. Firdaus, mengakui bahwa penurunan anggaran memberikan dampak besar terhadap jalannya program desa.

“Tahun sebelumnya ada 40 KPM. Karena anggaran turun drastis dari sekitar Rp1,4 miliar menjadi Rp373 juta, program tetap harus berjalan meski terbatas,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Dampak paling nyata terlihat pada jumlah penerima BLT. Jika sebelumnya puluhan warga menerima bantuan, kini hanya tersisa 10 KPM, masing-masing satu per RW.

“Untuk tahun ini hanya 10 KPM,” jelasnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah desa tetap berupaya menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat. Tercatat, Dana Desa tetap dialokasikan untuk 11 kegiatan yang mencakup: