Cibinong, BOGOR24JAM.COM - Kabupaten Bogor terus berbenah! Bupati Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Bogor yang Istimewa dan Gemilang. Caranya? Dengan perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang matang di setiap dinas dan penguatan program prioritas pemerintah daerah. Langkah ini dianggap krusial untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Bupati Rudy menekankan bahwa setiap perangkat daerah harus memiliki perencanaan SDM yang terukur, terutama dalam mendukung pelaksanaan program-program strategis. Ia ingin memastikan bahwa setiap dinas memiliki SDM yang kompeten dan siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Fokus utama Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tertuju pada tiga jenis program:

  • Program Mandatori: Program wajib yang harus diselesaikan setiap tahun.
  • Program Pendukung Indikator Kinerja: Program yang berkontribusi terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD), serta indikator daerah lainnya.
  • Program Muatan Lokal Inovatif: Program inisiatif dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai kebutuhan masyarakat.

Bupati Rudy juga memberikan arahan kepada seluruh Perangkat Daerah untuk selalu menjelaskan tujuan, dampak, dan indikator keberhasilan dari setiap program yang dijalankan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci.

"Program yang tidak berdampak langsung pada masyarakat, harus kita evaluasi," tegasnya.

Lebih dari sekadar perencanaan program, Rudy Susmanto menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, era kerja sektoral yang terkotak-kotak harus ditinggalkan. Ia mendorong kerja kolaboratif dan terintegrasi antar SKPD.

"Tidak boleh lagi SKPD berjalan sendiri-sendiri. Misalnya, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi, dan Dinas Perindustrian bisa bekerja bersama melatih masyarakat, memberikan alat produksi, hingga membantu pemasaran hasilnya," jelasnya.

Dengan kolaborasi ini, Bupati Rudy berharap akan lahir klaster usaha baru yang mampu membuka lapangan kerja nyata bagi warga Bogor. Ia bahkan menargetkan setiap SKPD minimal melibatkan 200 peserta dalam satu program. Jika dikalikan dengan 32 SKPD yang ada, potensi peluang bagi warga Kabupaten Bogor untuk terlibat dalam kegiatan peningkatan kesejahteraan mencapai lebih dari 60.000 orang.