Nanggung, BOGOR24JAM.COM - Pemerintah Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali membuka lahan baru seluas 3 hektar sebagai implementasi program berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan stok pangan yang cukup secara mandiri. Pembukaan lahan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) tahun 2025 yang dilaksanakan pada bulan Februari lalu.

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, menjelaskan bahwa lahan baru ini akan difokuskan untuk pengembangan hortikultura. "Sekarang hampir 3 hektar, masih fokus ke Hortikultura. Musdesus 2025 melahirkan dua kesepakatan bersama, di antaranya BLT-DD dan program ketahanan pangan," sebut Jani pada Minggu (15/6/2025).

Selain fokus pada ketahanan pangan, hasil Musdesus juga menyepakati penanganan dan pencegahan stunting dengan melaksanakan kelas ibu hamil menyusui serta klinik gizi. Langkah ini diambil sebagai upaya komprehensif untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa.

Dedengkot Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Nanggung mengungkapkan bahwa total keseluruhan lahan yang dikelola oleh para kelompok tani di Desa Kalongliud mencapai 32 hektar. Program ketahanan pangan yang telah berjalan sejak tahun 2022 hingga 2024 sepenuhnya merupakan program pemberdayaan masyarakat.

Selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), Jani Nurjaman menegaskan bahwa keseriusan dan bentuk tanggung jawab ini merupakan program berkelanjutan yang harus dilakukan secara konsisten. Di tahun 2025, program ini akan diintegrasikan bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

"Sekarang sudah 32 hektar, padi dan hortikultura masih terus berjalan dan berkembang. Namun, tahun 2022-2024 kita tidak bisa ambil profit buat Pendapatan Asli Desa (PAD), mengingat murni program pemberdayaan," kata Jani.

"Tahun ini, untuk pertanian hortikultura 3 hektar, budidaya domba 32 ekor dikelola kelompok Boka Farm, budidaya ayam kampung, ikan mas dan nila," tambahnya, merinci berbagai inisiatif yang sedang berjalan.

Jani mengakui bahwa keberhasilan program ketahanan pangan di desanya tidak lepas dari pendampingan secara berkala yang dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat dan PT. Antam Tbk UBPE Pongkor. Dukungan dari berbagai pihak ini sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kalongliud. (Red)