BOGOR24JAM.COM – Kekhawatiran warga Kampung Ngasuh, Desa Curug, dan Kampung Keusal, Desa Wirajaya, mulai mereda. Setelah sempat dihantui ancaman longsor sejak Agustus lalu, Pemerintah Kabupaten Bogor akhirnya turun tangan melakukan penanganan di dua titik rawan tersebut.

Longsor yang terjadi di aliran Sungai Cibeureum dan Sungai Cimangeunteun sebelumnya menyebabkan pergeseran tanah yang cukup mengkhawatirkan. Tebing sungai yang tergerus air nyaris mendekati permukiman warga dan jalur akses lingkungan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor bergerak cepat melakukan perkuatan tebing sungai menggunakan bronjong.

Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V, Esda Permana Lukman, menyebut langkah cepat ini merupakan instruksi langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Bogor demi keselamatan warga.

“Kami mendapat arahan agar longsoran ini segera ditangani karena menyangkut keselamatan masyarakat. Metode bronjong dipilih karena paling memungkinkan untuk penanganan cepat,” ujarnya, Minggu (28/12).

Meski bersifat sementara, pemasangan bronjong diharapkan mampu menahan laju erosi dan mencegah longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi.

“Waktu pekerjaan sekitar dua bulan. Untuk saat ini difokuskan pada perkuatan, ke depan akan direncanakan pembangunan konstruksi permanen,” tambahnya.

Berdasarkan papan informasi proyek, masing-masing lokasi mendapat alokasi anggaran Rp199 juta. Proyek di Desa Curug dikerjakan oleh PT Wisma Karya Jaya, sementara di Desa Wirajaya dilaksanakan oleh CV Sumber Rejeki. (Dery)