Citeureup, BOGOR24JAM.COM – Ratusan karyawan PT Ricky Putra Globalindo yang berlokasi di Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, mengeluhkan keterlambatan dan ketidaksesuaian pembayaran gaji yang diduga telah berlangsung lebih dari satu tahun.
Para pekerja menyebut perusahaan kerap membayarkan gaji tidak secara penuh setiap bulan. Bahkan, sebagian karyawan mengaku hanya menerima separuh dari hak mereka.
“Sejak Mei lalu saya tidak pernah lagi menerima gaji utuh. Dari Rp3 juta, yang dibayarkan hanya sekitar Rp1,5 juta saja,” ujar salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya saat ditemui wartawan di Cibinong, Selasa (18/11).
Menurutnya, alasan perusahaan yang disebut sedang sepi orderan tidak masuk akal. Pasalnya, para pekerja masih diwajibkan masuk lembur, namun upah lembur pun tidak dibayarkan.
“Kalau alasannya karena perusahaan sedang susah, seharusnya tidak ada lembur. Faktanya kami masih sering lembur, tapi bayaran lembur pun tak pernah diberikan,” tambahnya.
Para pekerja berharap manajemen perusahaan kembali mematuhi aturan pengupahan serta menghargai keringat para buruh.
“Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Kami bekerja keras dan berharap perusahaan punya hati nurani,” ujarnya.
Selain itu, para karyawan juga meminta pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan perlindungan kepada pekerja.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Ricky Putra Globalindo belum memberikan keterangan resmi atau dapat dihubungi terkait dugaan pelanggaran tersebut. (San)