RANCABUNGUR | BOGOR24JAM.COM – Polemik kegiatan outing class atau study tour SMP Negeri 1 Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, yang sempat menjadi sorotan publik karena disebut memungut biaya Rp700 ribu per siswa, akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak sekolah.

Sebelumnya, kegiatan perjalanan edukatif ke Bandung tersebut menuai protes dari sejumlah orang tua murid. Menyikapi polemik yang berkembang, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bogor pun mengambil langkah dengan membatalkan kegiatan tersebut.

Ketua MKKS SMP Kabupaten Bogor, Dedi Budi Sumardi, menyampaikan bahwa kegiatan study tour di SMPN 1 Rancabungur sudah tidak dilaksanakan.

"Saat ini untuk kegiatan study tour di SMPN 1 Rancabungur sudah dibatalkan," ujar Dedi Budi Sumardi kepada metrobogor.id, Jumat (15/5/2026).

Menanggapi pemberitaan yang berkembang, Kepala SMPN 1 Rancabungur, Siti Hodijah, memberikan klarifikasi resmi terkait sejumlah isu yang beredar.

Siti Hodijah menegaskan bahwa:

Tidak ada pungutan liar dalam kegiatan tersebut.

Program Education Training Plus (ETP) telah dibatalkan, dan seluruh dana yang sudah masuk telah dikembalikan kepada orang tua siswa.

Tidak ada kekerasan terhadap siswa, sebagaimana isu yang sempat beredar di tengah masyarakat.