CISARUA | BOGOR24JAM.COM — Upaya pelestarian sejarah di Kabupaten Bogor kini mendapat perhatian serius di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Tidak sekadar menjaga peninggalan masa lalu, langkah ini diarahkan untuk memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi pijakan pembangunan berkelanjutan.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui ekspedisi penelusuran jejak sejarah di kawasan Puncak, mencakup wilayah Kecamatan Cisarua hingga Ciawi. Kegiatan ini membuka kembali berbagai jejak penting yang selama ini tersembunyi dan belum banyak diketahui publik.
Dalam penelusuran tersebut, ditemukan sejumlah situs bersejarah, mulai dari makam tua peninggalan era kolonial Belanda, bangunan rumah yang masih berdiri kokoh sejak 1930-an, hingga jejak kejayaan perkebunan teh dan kina yang pernah menjadi tulang punggung ekonomi kawasan Puncak.
Selain itu, keberadaan makam tokoh seperti Dr. M. Goenawan Parto Widigdo serta kompleks makam keluarga Johannes van den Bosch turut memperkaya khazanah sejarah Kabupaten Bogor yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan bangsa Indonesia.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pelestarian sejarah bukan sekadar upaya menjaga warisan, melainkan bagian penting dalam membangun karakter daerah.
“Pelestarian sejarah menjadi fondasi dalam membentuk identitas Kabupaten Bogor. Dari sejarah, kita belajar arah pembangunan ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap peninggalan sejarah memiliki nilai yang harus dijaga bersama sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat.
“Setiap warisan adalah tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dihargai,” tegasnya.
Lebih jauh, upaya ini juga diarahkan untuk mengembangkan potensi wisata sejarah yang edukatif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelestarian tidak hanya berhenti pada aspek budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.