JASINGA | BOGOR24JAM.COM – Program ketahanan pangan berbasis swadaya yang digagas DPK KNPI Kecamatan Jasinga bersama Kelompok Tani Dasa Mitra Mandiri mulai memasuki fase penting, yakni penanaman padi di Kampung Bagoang.

Tahap tanam ini dilakukan setelah proses pembajakan lahan pada pertengahan Februari 2026, dilanjutkan dengan kegiatan tandur pada pertengahan Maret.

Ketua DPK KNPI Jasinga, Ama Dery, menyebut proses tersebut menjadi bagian dari upaya kolektif menjaga ketahanan pangan di tengah berbagai keterbatasan.

“Alhamdulillah, proses tanam sudah berjalan. Ini bagian dari upaya bersama menjaga ketahanan pangan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Meski program berjalan, para petani dihadapkan pada persoalan klasik, yakni keterbatasan pasokan air irigasi dari saluran Sodong–Cidurian.

Dalam kondisi kekeringan, petani bahkan sempat mengalihkan komoditas dari padi ke sorgum sebagai alternatif. Namun, setelah aliran air kembali tersedia, lahan kembali ditanami padi.

Hal ini menunjukkan ketahanan sekaligus adaptasi petani dalam menghadapi kondisi yang tidak menentu.

Dery menyoroti persoalan irigasi yang hingga kini belum terselesaikan sejak bencana banjir bandang awal 2020.

Ia menyebut beberapa faktor utama yang menghambat distribusi air, di antaranya: