BOGOR24JAM.COM - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor melaksanakan berbagai upaya strategis sepanjang tahun 2025, mulai dari peningkatan produksi, mekanisasi pertanian, hingga modernisasi penyuluhan dan digitalisasi pelayanan publik. Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung prioritas pembangunan Kabupaten Bogor.
Berbagai kegiatan unggulan dilaksanakan secara kolaboratif bersama kelompok tani, perangkat daerah lintas sektor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI. Sinergi ini mendorong transformasi digital pertanian, peningkatan indeks pertanaman, stabilisasi pasokan pangan, serta capaian prestasi di tingkat kabupaten dan provinsi sepanjang tahun 2025.
Pengendalian Inflasi melalui Kebun Edukasi dan Panen Cabai
Awal tahun 2025 ditandai dengan Panen Cabai di Kebun Edukasi Inflasi Distanhorbun. Kebun percontohan yang ditanam sejak Oktober 2024 ini menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. Melalui kebun edukasi tersebut, masyarakat diberikan contoh praktik budidaya cabai yang tepat, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama terpadu.

Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, menyampaikan bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi hortikultura yang sangat besar. Pada tahun 2025, Distanhorbun menyalurkan bantuan paket cabai dan mulsa kepada 12 kelompok tani dengan total luasan mencapai 60 hektar, disertai penguatan pendampingan penyuluhan. Selain cabai, Kebun Edukasi Inflasi juga ditanami padi varietas Inpari, jagung, sayuran semusim, ubi Cilembu, serta tanaman buah dalam pot sebagai model teknologi budidaya bagi petani dan masyarakat.
Panen Raya Padi Dukung Program 100 Hari Kerja Bupati
Sektor tanaman pangan, khususnya padi, juga menunjukkan perkembangan positif. Hal ini ditandai dengan Panen Raya Padi pada 8 Mei 2025 di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, yang merupakan bagian dari rencana aksi 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Pada kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Bogor memanen padi varietas Inpari 32 dan Inpari 48 di lahan seluas 50 hektar yang dikelola dua kelompok tani.
Produktivitas padi mencapai rata-rata 8,26 ton per hektar, meningkat signifikan dibanding musim sebelumnya. Dalam sambutannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan pentingnya perlindungan petani, ketersediaan sarana produksi, kepastian tata ruang, serta pendampingan penyuluh sebagai pondasi keberlanjutan sektor pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Distanhorbun menyerahkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian berupa traktor, power thresher, kultivator, hand sprayer, pompa air, serta benih unggul untuk mendukung 4.398 hektar lahan sawah. Pemerintah juga memfasilitasi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani, dam parit, irigasi perpipaan, jalan usaha tani, hingga pembangunan greenhouse.