Pamijahan, BOGOR24JAM.COM - Gelombang kritik terhadap Pj Kepala Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Asep Anwar, kembali bergulir. Kali ini, Ali Taufan Vinaya atau yang lebih dikenal dengan sapaan ATV, lantang menyuarakan ketidaksetujuannya terkait surat permohonan Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) yang dinilai janggal dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurut ATV, terbitnya surat bernomor 400.10.2/53-Kesra tertanggal 20 Oktober 2025 tersebut menjadi bukti nyata kurangnya pemahaman Pj Kepala Desa terhadap mekanisme dan prosedur yang seharusnya ditempuh.
ATV, yang dikenal sebagai tokoh pemuda yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, mengungkapkan bahwa kejanggalan utama terletak pada proses pengajuan dan substansi surat tersebut. Ia mempertanyakan dasar hukum yang digunakan dalam penerbitan surat tersebut, serta mempertanyakan urgensi dilaksanakannya MWKT dalam waktu dekat ini.
"Surat ini terkesan dipaksakan dan tidak melalui koordinasi yang matang dengan pengurus Karang Taruna maupun tokoh masyarakat setempat. Seharusnya, sebelum mengeluarkan surat permohonan, Pj Kepala Desa berdiskusi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan masukan dan persetujuan," ujar ATV.
Lebih lanjut, ATV menyoroti isi surat yang dianggapnya tidak jelas dan ambigu. Ia menyebutkan bahwa tujuan dilaksanakannya MWKT tidak terdefinisi secara spesifik, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai arah dan fokus kegiatan tersebut.
"Dalam surat tersebut hanya disebutkan bahwa MWKT akan membahas mengenai program kerja Karang Taruna. Padahal, program kerja Karang Taruna sudah disusun dan disepakati dalam musyawarah sebelumnya. Lalu, apa urgensinya MWKT ini diadakan?" tanya ATV.
Kritik yang dilontarkan ATV ini menambah daftar panjang permasalahan yang dihadapi oleh Pj Kepala Desa Gunung Picung. Sebelumnya, Asep Anwar juga sempat mendapatkan sorotan terkait dengan pengelolaan anggaran desa dan transparansi informasi publik.
Menanggapi kritik yang dilayangkan kepadanya, Asep Anwar belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapatkan respons hingga berita ini diturunkan.
Sementara itu, sejumlah warga Gunung Picung turut memberikan tanggapan beragam terkait dengan polemik ini. Sebagian warga mendukung langkah ATV dalam mengkritisi kebijakan Pj Kepala Desa, sementara sebagian lainnya menilai bahwa kritik tersebut terlalu berlebihan dan tendensius.
"Kami mendukung ATV untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat. Kami berharap, dengan adanya kritik ini, Pj Kepala Desa dapat lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan dan lebih transparan dalam pengelolaan pemerintahan desa," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.