TENJO | BOGOR24JAM.COM – Di tengah pesatnya pembangunan perumahan mewah di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor bagian barat, potret kesenjangan sosial masih terlihat nyata. Sejumlah warga masih bertahan hidup di rumah tidak layak huni.
Salah satunya dialami Watni, warga Kampung Tegal RT 01 RW 02, Desa Cilaku, yang telah belasan tahun tinggal di gubuk reot. Kondisi rumahnya memprihatinkan, dengan atap sering bocor dan dinding rapuh yang nyaris ambruk.
Kondisi tersebut mencerminkan ironi di tengah berkembangnya kawasan Tenjo sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dengan hadirnya berbagai proyek perumahan besar.
Namun, di balik geliat pembangunan itu, masih ada masyarakat yang belum merasakan dampaknya secara langsung.
Bram, pemuda Bogor Barat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.
“Nih Bang, daerah Barat Kecamatan Tenjo masih ada rumah model begini. Seharusnya ini jadi perhatian publik dan pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia mengaku sempat berbincang langsung dengan Watni, seorang perempuan lanjut usia yang kini hidup sendiri tanpa suami.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan yang digencarkan belum sepenuhnya menyentuh masyarakat di lapisan bawah.
“Yang digembor-gemborkan peningkatan perekonomian di Tenjo, ternyata belum berdampak ke masyarakat sekitar,” tegasnya.