BOGOR24JAM.COM -  Kebijakan penarikan iuran  sebesar Rp300.000 per siswa di SMK Pariwisata Citayam, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, menuai keluhan dari sejumlah orang tua murid. Mereka menilai biaya tersebut cukup membebani, terlebih jika bersifat wajib dan tidak melalui musyawarah yang melibatkan seluruh orang tua siswa.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Citayam, Pintu Air, Jalan Raya Citayam No. 8, Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede itu disebut mewajibkan siswa kelas akhir membayar iuran untuk pelaksanaan kegiatan pelepasan atau perpisahan sekolah.

Salah seorang perwakilan orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan adanya pungutan tersebut. Menurutnya, kegiatan perpisahan seharusnya dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama dan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga.

“Banyak orang tua yang merasa keberatan. Apalagi jika nominalnya sudah ditentukan dan harus dibayar oleh semua siswa,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Keluhan tersebut semakin menguat karena keputusan penarikan dana disebut-sebut tidak melibatkan seluruh orang tua murid dalam proses pembahasannya. Beberapa pihak menilai kebijakan itu terkesan ditetapkan secara internal oleh pihak sekolah dan yayasan.

Padahal, dalam berbagai ketentuan yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan perpisahan di lingkungan pendidikan, setiap penggalangan dana untuk kegiatan siswa semestinya dilakukan secara transparan, melalui musyawarah dan kesepakatan bersama antara sekolah, komite, serta orang tua siswa.

Selain itu, prinsip sukarela dan tidak memberatkan orang tua juga menjadi hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan nonakademik, termasuk acara perpisahan.

Bagi sekolah swasta, kebijakan penyelenggaraan kegiatan memang dapat disesuaikan dengan aturan yayasan. Namun demikian, pelaksanaannya tetap diharapkan memperhatikan asas kepatutan, kesederhanaan, serta kondisi ekonomi peserta didik dan orang tua.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMK Pariwisata Citayam maupun yayasan yang menaunginya belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp kepada pihak sekolah pada Rabu (17/6/2026) belum mendapatkan respons.