JASINGA | BOGOR24JAM.COM – Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jasinga memperingati Hari Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) dengan menggelar kegiatan bertema ketahanan pangan di Kampung Taris, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan dipusatkan di lahan pertanian Kelompok Tani Dasa Mitra Mandiri dan dikemas dalam bentuk rarampakan atau cucurak (makan bersama), tradisi masyarakat yang biasa dilakukan menjelang Ramadan. Suasana kebersamaan tersebut menjadi simbol penguatan nilai gotong royong sekaligus refleksi atas semangat perjuangan para pahlawan.
Ketua DPK KNPI Jasinga, Ama Dery, menyampaikan bahwa peringatan Hari PETA kali ini sengaja diwujudkan melalui aksi konkret di sektor pertanian. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan bentuk perjuangan masa kini yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kegiatan ini murni swadaya anggota DPK KNPI Jasinga, mulai dari pembibitan hingga pengadaan pupuk. Kami ingin memperingati Hari PETA dengan kerja nyata,” ujar Ama Dery.
Ia menegaskan, makna kemerdekaan tidak berhenti pada perjuangan fisik seperti yang dilakukan para pejuang PETA pada masa penjajahan. Saat ini, kemerdekaan harus dimaknai sebagai upaya menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Para pahlawan PETA berjuang demi kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa. Hari ini kita sudah merdeka, tetapi perjuangan berlanjut untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup dan berkualitas,” katanya.
Ama Dery juga menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi petani, terutama terkait akses air untuk pertanian. Menurutnya, sistem irigasi yang belum optimal menjadi tantangan serius dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani.
“Jika air tidak mengalir dengan baik, petani belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan hari ini harus dimaknai sebagai terbebasnya petani dari persoalan-persoalan dasar seperti air dan sarana produksi,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, DPK KNPI Jasinga menggandeng sejumlah kelompok tani sebagai mitra kolaborasi. Sinergi tersebut dinilai penting dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.