Cibinong, BOGOR24JAM.COM – Sejumlah peserta event olahraga Bogor Run 2025 menyampaikan keluhan terkait harga tiket yang dinilai terlalu mahal. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor tersebut dinilai tidak mencerminkan semangat kegiatan kemasyarakatan yang inklusif.

Salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut dengan harga tiket Bogor Run yang dibanderol mulai dari Rp150.000 hingga Rp500.000, tergantung pada kategori yang diikuti.

“Bogor Run ini kan kegiatan yang digagas oleh KORMI, lembaga yang mendapat dana hibah dari Pemkab Bogor sebesar Rp7 miliar. Seharusnya event seperti ini bisa digratiskan atau minimal terjangkau untuk semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Peserta tersebut menilai bahwa dengan adanya dana hibah yang cukup besar, masyarakat seharusnya bisa merasakan manfaat secara langsung tanpa perlu dibebani biaya tinggi untuk mengikuti acara olahraga berbasis rekreasi.

“Kalau masyarakat harus bayar mahal untuk sekadar ikut lari, lantas hibah Rp7 miliar itu digunakan untuk apa?” tambahnya.

Bogor Run 2025 sendiri merupakan ajang olahraga massal yang diadakan sebagai bagian dari kampanye hidup sehat dan olahraga rekreasi. Event ini juga disebut sebagai bagian dari rangkaian program unggulan KORMI Kabupaten Bogor tahun 2025.

Namun, kontroversi seputar biaya pendaftaran ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi penggunaan dana hibah daerah, khususnya dalam penyelenggaraan kegiatan yang menyasar masyarakat umum.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rike Iskandar dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan bahwa ada banyak kegiatan KORMI yang bersifat gratis, tetapi untuk marathon yang dikelola secara professional, di dunia tidak ada yang gratis, kalau gratis itu fun run.

Rike juga mengklaim bahwa dari 4000 peserta yang mendaftar, tidak ada satupun peserta yang keberatan dengan nilai pembayaran.