Nanggung, BOGOR24JAM.COM – Kasepuhan Jatake Nutug yang berada di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan konsistensinya dalam merawat dan menjaga tradisi adat warisan leluhur, yakni Seren Taun.

Tokoh kasepuhan, Abah Adih Gelar, menjelaskan bahwa Seren Taun merupakan tradisi upacara panen padi yang rutin dilaksanakan setahun sekali di bulan Muharram. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta atas hasil panen yang melimpah.

“Secara tahun pastinya Abah kurang tahu, karena Abah ini generasi keenam. Kira-kira sudah ratusan tahun dilaksanakan. Setiap 1 tahun sekali di bulan Muharram,” ujar Abah Gelar kepada beritasatoe.com di lokasi acara, Rabu (16/7/2025).

Dalam rangkaian Seren Taun, terdapat lima prosesi utama yang sarat makna dan nilai spiritual:

  1. Ngangkat – Prosesi membawa hasil bumi seperti padi ke tempat acara, sebagai bentuk persembahan dan simbol penghormatan kepada alam.

    Karumasaan / Sedekah Bumi – Wujud ungkapan syukur kepada Allah SWT atas panen yang diperoleh, serta harapan untuk keberkahan di masa depan.

    Ngayaran – Ritual saat padi ditumbuk dengan alat tradisional (dulang), dimasak dan disantap bersama. Ini menandai datangnya pare anyar (padi baru) yang dinikmati dengan penuh rasa syukur.

    Papasrahan / Ngajiwa – Penyerahan hasil panen secara simbolik dan spiritual. Ngajiwa dimaknai sebagai proses membersihkan diri dalam menyambut tahun baru.

    Ngariung Nadar – Momen berkumpul bersama sebagai puncak syukur dan perayaan atas hasil panen yang telah diterima.