Caringin, BOGOR24JAM.COM — SMP Negeri 2 Caringin menunjukkan perkembangan yang signifikan meski baru berdiri sejak tahun 2020. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sekolah negeri yang tergolong muda ini tumbuh pesat dan menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Caringin berkat komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Pada masa awal pendirian, kegiatan belajar mengajar SMP Negeri 2 Caringin masih dilaksanakan dengan menumpang di SD Negeri Pasirmuncang 2. Saat itu, sekolah hanya memiliki dua rombongan belajar (rombel). Seiring meningkatnya minat masyarakat, jumlah rombel bertambah menjadi lima kelas pada tahun kedua.
Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 2022. Memasuki tahun ketiga, SMP Negeri 2 Caringin mulai menempati gedung sekolah baru dengan kapasitas sembilan ruang kelas. Kehadiran gedung tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahunnya.
Lonjakan jumlah siswa terus terjadi hingga tahun keempat. Pada periode tersebut, jumlah rombongan belajar kelas VII meningkat menjadi enam kelas, sehingga total rombel mencapai 14.
Keterbatasan ruang kelas memaksa sekolah menerapkan sistem pembelajaran dua sesi demi memastikan seluruh peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan secara optimal.
Memasuki tahun kelima hingga saat ini, jumlah rombongan belajar telah mencapai 18 kelas, sementara ruang kelas yang tersedia masih berjumlah sembilan. Kondisi tersebut membuat sekolah harus memaksimalkan penggunaan ruang dengan sistem pembelajaran dua sesi, yakni sesi pagi pukul 07.00–12.30 dan sesi siang pukul 13.00–17.10. Bahkan pada Tahun Pelajaran 2026/2027 mendatang, SMP Negeri 2 Caringin direncanakan menerima tujuh rombongan belajar baru yang tentu akan semakin meningkatkan kebutuhan ruang kelas.
Kepala SMP Negeri 2 Caringin,
Hj. Arin Christianti,S.Si.,MM menyampaikan bahwa keterbatasan ruang kelas menjadi tantangan utama seiring pesatnya pertumbuhan jumlah peserta didik.
“Saat ini jumlah rombongan belajar sudah mencapai 18 kelas, sementara ruang kelas yang tersedia baru sembilan. Kondisi ini membuat kami harus menerapkan sistem pembelajaran dua sesi. Ke depan, kami sangat membutuhkan penambahan ruang kelas agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Hj. Arin kepada media ini, Senin 19/01/26.
Ia menambahkan, selain ruang kelas baru, sekolah juga membutuhkan dukungan sarana pendukung lainnya seperti laboratorium IPA, laboratorium komputer, perpustakaan yang representatif, serta ruang penunjang kegiatan siswa.