CibunarBOGOR24JAM.COM – Perayaan ulang tahun pertama Naomi Celine Wijaya, putri pertama dari pasangan Dika dan Olin sekaligus cucu pertama dari Hengki Susanto seorang pengusaha di wilayah Cibunar Parungpanjang, berlangsung meriah dan sarat makna budaya, Sabtu (5/7/2025).

Dalam suasana penuh kebahagiaan dan keakraban, keluarga besar Dika dan Olin menyuguhkan pertunjukan tari seni Barongsai, yang dihadirkan langsung dari Cheng Bu Bio, Ciodeng, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Barongsai merupakan seni tari tradisional Tionghoa yang menyerupai makhluk seperti singa, naga, dan telah lama menjadi simbol penting dalam kebudayaan Tionghoa.

Pertunjukan barongsai ini bukan sekadar hiburan semata. Dalam ajaran Tionghoa, barongsai diyakini sebagai simbol keberuntungan, penolak bala, dan pembawa kemakmuran. Gerakan-gerakan lincah dan atraktif dari penari barongsai dipercaya mengusir energi negatif serta menghadirkan perlindungan dan kesejahteraan bagi keluarga yang merayakan.

“Barongsai bukan hanya tradisi, tetapi juga doa dalam bentuk seni. Kami ingin menjaga warisan budaya ini sambil mendoakan Naomi tumbuh dalam keberkahan,” ujar Hengki, kakek dari Naomi, saat ditemui usai acara.

Tak hanya pertunjukan barongsai, kemeriahan acara juga diwarnai dengan partisipasi tamu undangan. Mulai dari anak-anak hingga para ibu-ibu turut menyemarakkan suasana dengan berbagai tarian dan penampilan sederhana yang mencerminkan kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Acara pun semakin semarak dengan adanya tradisi sawer uang, yaitu menyebar lembaran atau koin kepada tamu undangan, terutama anak-anak. Dalam budaya Tionghoa, tradisi sawer uang melambangkan pembagian rezeki, kebahagiaan, dan harapan akan keberuntungan yang berlipat bagi si penerima maupun pemberi.

“Tradisi sawer ini bukan sekadar membagi uang, tapi simbol berbagi kebahagiaan dan rezeki. Harapannya, Naomi akan tumbuh menjadi anak yang dermawan dan membawa kebaikan bagi sekitarnya,” tambah Olin, ibu dari Naomi.

Perayaan ulang tahun ini menjadi momen tak terlupakan bagi keluarga dan warga sekitar. Perpaduan budaya lokal dan etnis Tionghoa menciptakan suasana harmonis, penuh doa dan harapan. (Dul)