Akibatnya, fungsi saluran air tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya, bahkan di beberapa titik terlihat retakan dan tumpukan material tanah yang menutup aliran air.
Berdasarkan pantauan lapangan beritasatoe.com, kondisi tersebut telah terjadi lebih dari satu bulan tanpa ada tindakan tegas atau teguran dari pihak terkait di wilayah Kecamatan Jasinga.
Padahal, pembangunan U-ditch tersebut merupakan bagian dari proyek Rekonstruksi Betonisasi Jalan Ngasuh–Cileuksa yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2022, hasil dari uang rakyat yang seharusnya dijaga dan dirawat.
Minim Pengawasan, Aset Daerah Terancam Rusak
Fenomena seperti ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aset infrastruktur daerah. Oknum yang merusak fasilitas publik seolah dibiarkan, sementara kerugian akhirnya ditanggung masyarakat.
Sekretaris Kecamatan Jasinga, Sugianto, hingga kini belum memberikan tanggapan atas kondisi tersebut di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Jasinga, Firman Komara, menyayangkan tindakan tersebut.“
Seharusnya tidak begitu, fungsi U-ditch jadi tidak berjalan dan bisa mampet,” ujar Firman saat dikonfirmasi.
Namun ia mengaku memiliki keterbatasan wewenang untuk melakukan tindakan langsung di lapangan terhadap pihak-pihak yang merusak infrastruktur.
Berita Populer
Bogor Raya
Install App
Bogor24jam.com
Untuk pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan nyaman, Install Aplikasi kami di Android Anda