Jakarta, BOGOR24JAM.COM – Pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat menyiapkan investasi lebih dari USD10 miliar untuk merealisasikan kerja sama transformatif di sektor energi bersih. Dana besar ini akan digunakan untuk membangun rantai pasok panel surya, mengembangkan teknologi Carbon Capture Storage (CCS), serta mendirikan kawasan industri hijau berstandar rendah emisi karbon di wilayah strategis Kepulauan Riau.
Komitmen investasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut penandatanganan tiga Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua negara, yang dilakukan oleh Menteri ESDM Indonesia, Bahlil Lahadalia, dan Menteri Energi & Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Singapura, Tan See Leng, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
“Penandatanganan tiga MoU ini membawa keuntungan besar bagi kedua negara. Investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai lebih dari USD10 miliar,” ujar Bahlil dalam konferensi pers usai penandatanganan.
Tiga Arah Investasi Strategis
Skema investasi senilai lebih dari USD10 miliar tersebut terbagi ke dalam tiga sektor prioritas:
Pengembangan Panel Surya Skala Besar
- Investasi akan difokuskan pada pembangunan fasilitas produksi panel surya dan sistem penyimpanan energi (BESS).
- Mendorong penguatan rantai pasok domestik dan ekspor listrik bersih ke Singapura.
Investasi Teknologi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS)
- Memanfaatkan potensi geologi Indonesia untuk menyimpan karbon dari Singapura.
- Menjadikan Indonesia–Singapura sebagai pionir regional dalam teknologi pengurangan emisi lintas batas.