NATAR | BOGOR24JAM.COM – Polemik di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, kian memanas. Sejumlah persoalan yang belum terselesaikan memicu desakan agar Kepala Desa (Kades) Prayitno segera dinonaktifkan.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Forum Media Natar (Formena), Kartarina, Pengiran Bandar Suttan, yang menilai kondisi di desa tersebut sudah memasuki tahap krisis dan membutuhkan langkah cepat dari pemerintah daerah.

“Ini bukan lagi persoalan kecil. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Inspektorat harus segera bertindak tegas,” ujar Kartarina, Rabu (8/4/2026).

Ia membeberkan setidaknya tiga persoalan utama yang menjadi sorotan publik.

Pertama, belum dibayarkannya insentif bagi RT dan kader desa selama kurang lebih 10 bulan. Kondisi ini bahkan memicu aksi protes hingga penyegelan kantor desa oleh warga.

Kedua, muncul dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pencairan anggaran disebut dilakukan tanpa melibatkan pengurus, sehingga memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Ketiga, mundurnya seluruh RT dan kader desa secara serentak. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kekecewaan mendalam sekaligus sinyal hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan kepala desa.

“Ini sudah jelas menunjukkan adanya krisis kepercayaan. Pemerintah tidak boleh diam,” tegasnya.

Selain itu, Kartarina juga menyoroti peran Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan yang dinilai belum maksimal dalam melakukan pengawasan.