LWEUWISADENG | BOGOR24JAM.COM – Muhamad Ramadan resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Leuwisadeng dalam pelantikan serentak pengurus PK KNPI se-Kabupaten Bogor.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi kepemudaan sekaligus menegaskan peran KNPI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah dan pemberdayaan generasi muda.
Mengawali masa kepemimpinannya, Muhamad Ramadan memperkenalkan visi gerakan bertajuk “Menggandeng, Berdaya, Berdampak” yang akan menjadi arah perjuangan KNPI Leuwisadeng selama periode kepengurusannya.
Menurut Ramadan, semangat Menggandeng mencerminkan komitmen KNPI untuk membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, organisasi kepemudaan, komunitas, akademisi, pelaku usaha, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“KNPI tidak bisa berjalan sendiri. Kami ingin menggandeng seluruh elemen karena kemajuan daerah hanya bisa dicapai melalui kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi,” ujarnya, Jumat (23/7/2026).
Selain memperkuat sinergi, KNPI Leuwisadeng juga akan fokus pada aspek Berdaya melalui program-program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda. Program tersebut mencakup pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, kreativitas, kepedulian sosial, hingga penguatan potensi lokal agar lahir generasi muda yang mandiri dan berdaya saing.
Ramadan menegaskan, setiap program yang dijalankan harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, prinsip Berdampak menjadi komitmen utama agar kegiatan organisasi tidak berhenti pada seremonial semata.
“Kami ingin memastikan setiap langkah KNPI Leuwisadeng memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Bukan hanya aktif berkegiatan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan daerah,” tegasnya.
Ia berharap pelantikan serentak PK KNPI se-Kabupaten Bogor dapat semakin memperkuat soliditas organisasi serta meningkatkan sinergi antar-pengurus kecamatan dalam menjawab berbagai tantangan kepemudaan.
