Ciawi, BOGOR24JAM.COM – Jejak perjuangan di Telukpinang, Ciawi, Bogor, menyimpan kisah heroik yang tak banyak diketahui publik. Dalam pertempuran pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948, seorang pemuda berusia 18 tahun gugur di medan laga. Hingga kini, namanya masih menjadi misteri.
Sebagai penulis, saya menyampaikan terima kasih kepada tokoh masyarakat, sesepuh, dan narasumber yang telah menjaga cerita ini lewat ingatan kolektif. Tanpa sejarah lisan, peristiwa pertempuran Telukpinang mungkin hilang ditelan waktu.
Latar Belakang Pertempuran
Pada Agresi Militer Belanda II, pasukan Belanda bergerak ke berbagai wilayah Jawa Barat untuk menguasai jalur strategis. Bogor menjadi salah satu target karena posisinya sebagai penghubung Jakarta–Bandung–Sukabumi.
Salah satu titik perlawanan rakyat terjadi di Telukpinang, Ciawi. Jalur ini merupakan akses vital yang hendak digunakan Belanda untuk menuju Cimande, sebuah basis rakyat yang dikenal gigih melawan penjajahan.
Jalannya Pertempuran
Sejarah lisan menyebutkan, pasukan Belanda hendak meratakan wilayah Cimande. Untuk menuju ke sana, mereka melewati Telukpinang. Para pejuang dan pemuda setempat menghadang konvoi Belanda dengan persenjataan seadanya.
Baku tembak tak terelakkan. Pertempuran sengit pun pecah, menimbulkan korban di kedua belah pihak.