CIBINONG | BOGOR24JAM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang memenuhi aliran Sungai Kali Baru di kawasan Jalan Raya Jakarta–Bogor. Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, sejumlah perangkat daerah diterjunkan untuk melakukan pembersihan secara intensif guna mengembalikan fungsi aliran sungai dan mencegah potensi banjir.
Pembersihan yang berlangsung hingga Sabtu (11/7/2026) melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Puluhan armada pengangkut sampah serta alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi timbunan sampah yang selama ini menghambat aliran air.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bogor, Agus Budi, mengatakan pihaknya telah mengerahkan sekitar 40 unit truk dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mengangkut sampah dari lokasi. Sementara DPU membantu dengan dua unit alat berat, termasuk eskavator amfibi yang digunakan untuk mengangkat sampah dari dalam sungai.
"Atas arahan Bupati Bogor, seluruh perangkat daerah terkait berkolaborasi menangani persoalan sampah di Kali Baru. Kondisi di lapangan cukup memprihatinkan sehingga diperlukan penanganan secara maksimal dan cepat," ujar Agus Budi.
Menurutnya, volume sampah yang menumpuk di aliran sungai diperkirakan mencapai sekitar 230 truk. Dengan armada dan alat berat yang saat ini beroperasi, proses pembersihan ditargetkan rampung dalam waktu lima hari.
Selain sampah rumah tangga, petugas juga menemukan batang dan ranting pohon berukuran besar yang tersangkut di aliran sungai. Material tersebut harus dipotong dan diangkat terlebih dahulu agar proses pembersihan dapat berjalan optimal.
Tak hanya itu, berbagai barang bekas berukuran besar turut ditemukan di lokasi, seperti lemari es, televisi, hingga kasur. Temuan tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sungai.
"Dari hasil pemantauan di lapangan, kedalaman timbunan sampah diperkirakan mencapai sekitar dua meter. Karena itu, proses pembersihan membutuhkan tenaga, armada, dan alat berat dalam jumlah besar," jelasnya.
Pemkab Bogor mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air. Pemerintah menegaskan bahwa upaya normalisasi sungai tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
