Cisarua | BOGOR24JAM.COM – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menggelar kegiatan peringatan Hari Air Sedunia bertema “Water and Gender” di kawasan Gunung Mas Agrowisata, PTPN I Regional 2, Puncak, Kabupaten Bogor, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan penanaman pohon serta berbagai aksi lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis air yang semakin nyata.
Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menyampaikan bahwa momentum Hari Air Sedunia menjadi pengingat penting akan vitalnya air bagi kehidupan.
“Kita memperingati Hari Air Sedunia untuk mengingatkan betapa pentingnya fungsi air dalam kehidupan,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi krisis air. Dari total air di bumi, sekitar 71 persen merupakan air asin yang tidak dapat langsung dimanfaatkan.
“Ketersediaan air tawar yang bisa digunakan manusia sangat terbatas, sebagian besar bahkan tersimpan dalam bentuk es di kutub,” jelasnya.
Menurut Diaz, sumber air yang dapat dimanfaatkan sehari-hari hanya berasal dari sungai, danau, serta air tanah yang jumlahnya semakin tertekan. Kondisi ini diperparah oleh perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Jika sungai tercemar, suplai air bersih akan terganggu dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak perubahan iklim terhadap siklus hidrologi, seperti curah hujan ekstrem yang memicu banjir hingga peningkatan suhu yang mempercepat penguapan air.