Ciawi, BOGOR24JAM,COM - Sebuah toko kecil yang berada di Jalan Nasional 11, Kampung Seuseupan Desa Bendungan Kecamatan Ciawi, dirazia petugas gabungan. yang terdiri dari, Satpol PP Kabupaten Bogor, TNI, POLRI, serta Camat Ciawi. Jumat 04 Juli 2025.
Kasi Dalops Satpol PP Kabupaten Bogor, M. Effendi, S.AP, menyampaikan bahwa, melaksanakan kegiatan tersebut merupakan sebuah respons terhadap laporan masyarakat, yang sebelum nya masuk melalui sistem pengaduan.
“Untuk giat pekat ini, kami dari Satpol PP Kabupaten Bogor bersama Garnisun, Polri, dan Forkopimcam melakukan razia miras atas dasar pengaduan masyarakat (Dumas). Kami bergerak ke toko ogi dan ditemukan berbagai jenis miras. Dari hasil razia ini, kami menyita sebanyak 804 botol dengan berbagai merk,” ujar Effendi.
Dengan begitu, lanjut Efendi, Petugas terpaksa harus mengamankan seluruh barang bukti dan membawa pemilik warung ke kantor Satpol PP, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Razia ini dilaksanakan sebagai penegakan atas Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat." Ucap Efendi.
PLT Camat Ciawi, Denny Kuswara, MM., yang hadir langsung saat operas, Ia menegaskan, pentingnya penegakan aturan demi menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari bahaya miras.
“Kita laksanakan razia miras dalam rangka menegakkan aturan, demi terciptanya lingkungan Ciawi yang kondusif, aman, dan nyaman, serta terbebas dari bahaya miras,” pungkasnya.(Iwan)
Langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Bogor itu, mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk aktivis sosial dan Ketua Umum Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin, S.IP. Ia menyatakan, sangat mendukung penuh langkah upaya penegakan hukum yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Bogor.
“Iya, saya sangat mengapresiasi kerja Satpol PP Kabupaten Bogor yang telah melakukan razia miras. Saya berharap razia ini tidak hanya menyasar miras, tetapi juga maraknya peredaran obat-obatan seperti tramadol dan eximer yang kini banyak dijual bebas. Ini sangat berdampak pada anak-anak remaja sebagai generasi penerus bangsa." ungkap nya.