
NANGGUNG | BOGOR24JAM.COM — SMA Negeri 1 Nanggung, Kabupaten Bogor, menjadi pusat pelaksanaan kegiatan Percepatan Rencana Aksi Sosialisasi dan Edukasi Lingkungan melalui aksi bersih-bersih dan penghijauan sekolah, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 28 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan komunitas Satuan Pendidikan Peduli Lingkungan (Sapulidi), kegiatan ini mendorong sekolah untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menanamkan budaya peduli lingkungan kepada peserta didik.
Tak hanya berfokus pada lingkungan sekolah, aksi ini juga menyasar kawasan sekitar, khususnya Sungai Cikaniki. Para peserta melakukan berbagai kegiatan nyata seperti membersihkan area sekolah, memungut sampah di lingkungan sekitar, membersihkan aliran sungai, menanam bibit pohon, hingga menebar benih ikan sebagai bentuk pelestarian ekosistem.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya pengendalian pencemaran serta pelestarian lingkungan hidup. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung bagi siswa bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar teori di dalam kelas.
Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Disdik Jabar bidang PSMA, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, CSR ANTAM, Kapolsek Nanggung, Koramil Nanggung, Camat Nanggung, Kepala Desa Nanggung, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur Forkopimcam dan masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kuatnya dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan sungai dan membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Kepala SMA Negeri 1 Nanggung, Gina Lasmina, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter berbasis lingkungan di sekolah.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi bersih-bersih, tetapi merupakan proses pembelajaran nyata bagi siswa untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam,” ujarnya.
