BABAKAN MADANG | BOGOR24JAM.COM – Kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membawa harapan baru bagi para guru honorer yang telah lama mengabdikan diri di dunia pendidikan. Kebahagiaan tersebut dirasakan sejumlah guru SDN Citaringgul 03, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang akhirnya memperoleh kepastian status sebagai aparatur sipil negara setelah sekitar dua dekade mengajar.

Rasa syukur itu disampaikan para guru saat mengikuti Program "Kami Mendengar" yang digagas Pemerintah Kabupaten Bogor dan berlangsung di SDN Citaringgul 03, Senin (27/7/2026).

Salah seorang guru, Maimunah, mengaku terharu setelah resmi diangkat menjadi PPPK penuh waktu. Menurutnya, penantian panjang selama hampir 20 tahun akhirnya terjawab melalui kebijakan pemerintah yang memberikan kepastian bagi para tenaga pendidik.

“Alhamdulillah, setelah kurang lebih 20 tahun mengabdi di sekolah ini, kami akhirnya mendapatkan status PPPK penuh waktu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan Bupati Bogor Bapak Rudy Susmanto atas perhatian dan dukungannya kepada para guru,” ujarnya.

Program Kami Mendengar sendiri merupakan inisiatif Bupati Bogor Rudy Susmanto yang bertujuan memperkuat komunikasi langsung antara pemerintah daerah dengan masyarakat, termasuk warga sekolah. Melalui program tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor turun langsung ke sekolah untuk menyerap aspirasi, melihat kondisi pendidikan secara nyata, sekaligus memastikan berbagai program berjalan optimal.

Hal senada disampaikan guru SDN Citaringgul 03 lainnya, Tono Budiharto. Setelah sekitar 20 tahun menjalani profesi sebagai tenaga honorer, ia kini merasakan kepastian dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Menurutnya, pengangkatan menjadi PPPK merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para guru yang selama ini tetap mengajar dengan penuh tanggung jawab meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Selain itu, Tono mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap peningkatan kualitas pembelajaran melalui penyediaan sarana pendidikan berbasis teknologi, salah satunya papan interaktif digital yang kini digunakan di sekolah.

“Anak-anak terlihat lebih antusias saat belajar menggunakan papan interaktif digital. Kami berharap ke depan ada penambahan perangkat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh seluruh siswa,” katanya.