Ciawi, BOGOR24JAM.COM - Hujan deras kembali menjadi momok bagi warga di sekitar Jalan Veteran II Ciawi, Kabupaten Bogor. Saluran Daerah Irigasi (D.I) Teluk Pinang, yang melintas di atas jalan tersebut, kerap meluap dan menyebabkan banjir yang merendam jalanan hingga halaman masjid di seberang jalan. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan menjadi keresahan tersendiri bagi masyarakat.

Kini, harapan baru muncul dengan kucuran dana dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp771.000.000,00 (tujuh ratus tujuh puluh satu juta rupiah) dari hasil pajak rakyat dialokasikan untuk mengatasi masalah banjir ini. CV. MAKSUM FAMILY berhasil memenangkan lelang proyek tersebut dan saat ini tengah mengerjakan proyek yang diharapkan menjadi solusi.

Namun, di tengah harapan, terselip kekhawatiran di benak warga sekitar. Proyek yang sedang berjalan justru dinilai tidak menyentuh akar permasalahan banjir. Muncul pertanyaan besar, apakah dana yang besar ini akan benar-benar efektif mengatasi persoalan yang ada?

Aji, Ketua RW 05 Desa Teluk Pinang Kecamatan Ciawi, mengungkapkan keresahannya. Sebagai warga yang setiap hari menyaksikan banjir, ia merasa ada yang kurang tepat dengan proyek yang sedang berjalan.

"Jujur dalam hati Saya sempat bertanya tanya, dan ada merasakan heran, dan khawatir, karena pembangunan bukan pada titik permasalahan, sumber banjir disini adalah saluran irigasi. Mengapa pembangunan adalah drainase jalan yang posisinya di bawah sumber banjir,?" kata Aji, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, penyebab utama banjir adalah luapan air dari saluran irigasi yang tersumbat oleh lumpur dan sampah. Pembangunan drainase di jalan, menurutnya, bukanlah solusi yang tepat.

"Kami sebagai warga disini sudah tak asing lagi karena setiap hujan turun, dipastikan saluran irigasi ini meluap dan banjir, bahkan sampai ke halaman masjid. Nah walaupun ini di bangun kami masih khawatir tidak jadi solusi atasi banjir, karena ini yang di bangun bukan inti penyebab banjir, kita tunggu saja sampai ini selesai. Mdah mudahan ke khawatiran kami tidak terjadi," ujarnya.

Kekhawatiran warga ini tentu beralasan. Pengalaman pahit berulang kali menyaksikan banjir membuat mereka skeptis terhadap solusi yang tidak menyentuh akar masalah. Akankah proyek ini berhasil menjawab keraguan warga, atau justru menjadi contoh lain dari anggaran yang tidak tepat sasaran? Waktu yang akan menjawab. (Iwan)