BOGOR24JAM.COM – Konfederasi Jurnalis ASEAN (CAJ) menegaskan pentingnya kolaborasi dan adaptasi jurnalisme di tengah derasnya disrupsi teknologi dan ancaman disinformasi dalam Sidang Umum ke-21 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4/2026)
Secretary General CAJ sekaligus Head of the Permanent Secretariat, Ahmed Kurnia, menekankan bahwa solidaritas antarjurnalis di kawasan ASEAN menjadi fondasi utama dalam menghadapi perubahan lanskap media yang semakin kompleks.
Ia menyebut forum ini mencerminkan semangat ASEAN Way, yakni kebersamaan, konsensus, dan kerja sama lintas negara.
“Proses mungkin tidak selalu cepat, tetapi semangat persatuan ASEAN selalu menghasilkan sesuatu yang kuat,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, CAJ juga merampungkan proses pergantian kepemimpinan dari Indonesia kepada Malaysia. Ahmed memberikan apresiasi kepada Presiden sebelumnya, Atal S. Depari, atas kontribusinya menjaga stabilitas organisasi.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan baru di bawah Low Boon Tat yang diharapkan mampu membawa CAJ lebih adaptif menghadapi tantangan global.
“Ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi simbol kuatnya solidaritas di tengah keberagaman,” katanya.
Ahmed turut menyoroti dampak pesat perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta meningkatnya penyebaran disinformasi yang menjadi tantangan serius bagi dunia jurnalistik.
Menurutnya, kondisi tersebut justru mempertegas peran jurnalis sebagai penjaga akurasi dan integritas informasi.