CARINGIN | BOGOR24JAM.COM – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai Legok Pancawati tengah melaksanakan pembangunan jaringan irigasi di Kampung Pasir Tengah RT 04 RW 07, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang berada di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Melalui program tersebut, setiap kelompok P3A menerima bantuan anggaran sekitar Rp195 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk meningkatkan infrastruktur irigasi di wilayah pertanian.
Ketua P3A Mitra Cai Legok Pancawati, Rusdi, mengatakan pembangunan saluran irigasi dilakukan dengan sistem padat karya yang melibatkan masyarakat sekitar. Sebanyak 11 warga setempat dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan guna memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.
“Pembangunan irigasi ini dikerjakan secara padat karya dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Selain meningkatkan sarana pengairan, program ini juga membantu meningkatkan pendapatan warga,” ujar Rusdi, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, pembangunan pondasi irigasi sepanjang 400 meter dengan tinggi sekitar 60 sentimeter tersebut ditujukan untuk memperlancar distribusi air ke lahan pertanian dan perkebunan seluas kurang lebih 5 hektare.
Rusdi mengapresiasi dukungan para pemilik lahan yang dengan sukarela memberikan sebagian lahannya untuk kebutuhan pelebaran dan pembangunan saluran irigasi.
“Kami sangat bersyukur karena para petani pemilik lahan yang terdampak pembangunan memberikan dukungan penuh. Mereka menghibahkan sebagian lahannya demi kelancaran pembangunan irigasi yang manfaatnya akan dirasakan bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini kawasan tersebut kerap mengalami persoalan saat musim hujan. Debit air yang tinggi sering menyebabkan luapan ke badan jalan sehingga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan mengganggu sistem pengairan lahan pertanian.
