BABAKAN MADANG | BOGOR24JAM.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan bakti sosial berupa santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Kantor DPD PSI, Babakan Madang, Jumat (6/4/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat sekitar serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bentuk kepedulian sosial kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anak yatim menerima santunan secara langsung dari kader dan pengurus DPD PSI Kabupaten Bogor.
Ketua DPD PSI Kabupaten Bogor, Rena Da Frina, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PSI untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata.
“Melalui kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yatim sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Ramadan adalah momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Rena.
Menurutnya, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai solidaritas serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Rena juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Seluruh hidangan berbuka puasa yang disajikan dalam kegiatan tersebut berasal dari para pelaku UMKM dan pedagang lokal di sekitar lokasi kegiatan.
“Karena itu, makanan berbuka kami pesan dari para pelaku UMKM dan pedagang di sekitar lokasi. Dengan cara ini, kegiatan sosial juga dapat ikut membantu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil,” jelasnya.
DPD PSI Kabupaten Bogor berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semangat solidaritas, kepedulian, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat semakin tumbuh di tengah kehidupan sosial.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga memperkuat hubungan antara organisasi, masyarakat, dan para pelaku usaha lokal,” pungkas Rena Da Frina.