Bogor24jam.com – Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota di Jawa Barat untuk segera menerbitkan surat imbauan pelaksanaan kurban ramah lingkungan menjelang Idul Adha 2026.
Imbauan tersebut mencakup gerakan “Qurban Tanpa Plastik”, pencegahan pencemaran tanah, serta perlindungan sungai dari limbah penyembelihan hewan kurban.
Koordinator Nasional FK3I, Dedi Kurniawan, mengatakan momentum Idul Adha tidak hanya berkaitan dengan ibadah penyembelihan hewan kurban, tetapi juga harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Menurutnya, persoalan sampah plastik di Jawa Barat masih menjadi tantangan serius karena sebagian besar distribusi daging kurban masih menggunakan kantong plastik sekali pakai.
“FK3I sudah tujuh tahun mengampanyekan gerakan ‘Qurban Asik Tanpa Plastik’ dengan mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan seperti besek bambu dan daun tisuk,” ujar Dedi Kurniawan.
Dedi yang juga menjabat Ketua Dewan WALHI Jawa Barat mengimbau panitia kurban untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik saat membagikan daging kepada masyarakat.
Sebagai alternatif, masyarakat didorong membawa wadah sendiri dari rumah melalui koordinasi RT dan RW setempat.
“Panitia kurban diimbau tidak lagi menggunakan wadah plastik. Bisa menggunakan besek bambu, daun, atau meminta warga membawa wadah masing-masing,” katanya.
Selain penggunaan kemasan ramah lingkungan, FK3I juga mendorong pengelolaan limbah penyembelihan hewan kurban agar tidak mencemari lingkungan.