Ciawi, BOGOR24JAM.COM – Ancaman HIV/AIDS kini telah merambah hingga pelosok kampung. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menggelar sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Kajian Strategis (Lekas).

“Kegiatan ini merupakan upaya edukatif dan preventif bagi masyarakat. Kegiatan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk kader Posyandu, RT, RW, dan perangkat desa,” ujar Kepala Desa Cileungsi, Baban Sobandi, Rabu, 11 Juni 2025.

Baban menjelaskan bahwa penyuluhan dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami bahaya penularan HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya.

“Berdasarkan data dari Lekas, memang ada warga Desa Cileungsi yang terindikasi terpapar HIV. Maka dari itu, penyuluhan seperti ini akan terus kami lakukan. Termasuk rapid test hari ini yang sebagian biayanya diambil dari Dana Desa,” tambahnya.

Rapid test HIV ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini. Baban menyebutkan, lebih dari 90 orang mengikuti tes tersebut, terdiri dari 50 anggota Tata Posyandu, 30 ketua RT, 5 ketua RW, dan 2 kepala dusun.

“Diharapkan, para peserta ini bisa menjadi penyambung informasi kepada masyarakat yang lebih luas,” ucap Baban.

Ia menekankan pentingnya edukasi sebagai langkah untuk mencegah penularan baru. “Kami ingin masyarakat tahu bagaimana HIV menular dan bagaimana cara menghindarinya. Kami juga mendapat informasi dari Yayasan Lekas bahwa penyebaran HIV di tingkat kabupaten sudah cukup serius,” terangnya.

Meskipun data kasus tidak sepenuhnya terbuka karena alasan privasi, Baban mengimbau warganya untuk tetap waspada dan peduli terhadap pencegahan penyakit berbahaya tersebut.

“Jika ada satu kasus yang terdeteksi, bisa jadi ada lebih banyak lagi yang belum terungkap. Ini yang sangat kami khawatirkan. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Halaman:
B
Penulis: Brosan