BANDUNG | BOGOR24JAM.COM — Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan besarnya beban pelayanan publik di Kabupaten Bogor saat menghadiri High Level Meeting Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Jawa Barat 2027 di Bale Pakuan, Rabu (15/4/2026).
Dalam forum yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu, Rudy menyebut Kabupaten Bogor memiliki posisi strategis dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 12 persen dari total penduduk Jawa Barat. Kondisi ini membuat kebutuhan layanan dasar, terutama infrastruktur dan kesehatan, menjadi semakin kompleks.
“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, kebutuhan pelayanan publik di Kabupaten Bogor tentu sangat besar dan membutuhkan dukungan bersama,” ujar Rudy.
Memasuki tahun ketiga masa kepemimpinannya menuju perencanaan 2027, Rudy mendorong penguatan sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur.
Ia menyoroti pentingnya sinkronisasi program, termasuk penempatan fasilitas seperti penerangan jalan umum (PJU) agar tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain itu, Rudy juga menyinggung kondisi sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kabupaten Bogor yang masih membutuhkan penanganan serius. Selama ini, Pemkab Bogor disebut telah melakukan langkah sementara guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Di sektor kesehatan, Rudy mengungkapkan besarnya komitmen anggaran daerah dalam menjamin layanan masyarakat. Pemkab Bogor, kata dia, mengalokasikan hampir Rp1 triliun per tahun untuk pembiayaan BPJS Kesehatan.
“Ini bentuk komitmen kami agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan. Namun tentu diperlukan dukungan berkelanjutan dari provinsi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bogor juga menegaskan kesiapan untuk terus berkolaborasi dalam menentukan prioritas pembangunan agar program strategis berjalan lebih efektif dan berdampak luas.