Ciawi, BOGOR24JAM.COM - Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) melakukan aksi protes terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait penonaktifan angkutan umum di jalur Puncak selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Aksi ini dilakukan dengan menurunkan puluhan kendaraan sepeda motor untuk membantu penumpang yang terlantar di jalur Ciawi-Puncak.

Ketua AMBS, M. Muhsin, menyatakan bahwa kebijakan peliburan angkot berdampak buruk bagi masyarakat lokal.

“Ini merupakan dampak langsung dari diliburkannya angkot. Padahal, masih banyak masyarakat di kawasan Puncak hingga Ciawi, yang bergantung angkot sebagai sarana transportasi utama untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Muhsin saat aksi di Gadog, Megamendung, 30/12/2025.

Muhsin menjelaskan bahwa aksi sosial ini bertujuan untuk membantu penumpang yang terlantar.

“Melalui kegiatan ini, kami turun langsung untuk mengevakuasi para pejalan kaki dan penumpang yang terlantar, baik di kawasan Ciawi maupun Puncak,” terangnya.

Dengan menurunkan sekitar 20 armada sepeda motor, Muhsin menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk sukarela dari pengurus dan anggota AMBS.

“Kami menurunkan kurang lebih 20 armada. Aksi ini tidak hanya dilakukan hari ini, tetapi juga sudah kami laksanakan pada tanggal 24 -25. Dan ini kembali mulai hari ini akan terus di hingga tgl 31 Kami akan melakukan aksi yang sama,” ucap Muhsin.

Menurut Muhsin, dampak dari kebijakan ini sangat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Dampaknya luar biasa, banyak pedagang kecil di kampung-kampung terpaksa meliburkan aktivitasnya karena tidak ada angkot untuk berbelanja atau mengangkut barang," tandasnya.