BOJONGGEDE | BOGOR24JAM.COM – Proyek pembangunan di SDN Kedungwaringin 01 yang dibiayai melalui Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan setelah bangunan yang belum genap berusia enam bulan itu mengalami kerusakan pada bagian struktur dan plafon.

Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, tampak dinding bangunan mengalami retakan memanjang hingga ke bagian atap. Selain itu, plafon terlihat melengkung dan sebagian terlepas, sementara sambungan struktur bangunan tampak terbuka.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan lemahnya mutu pekerjaan konstruksi pada proyek pembangunan sekolah tersebut.

“Kalau bangunan baru hitungan bulan sudah retak seperti ini, patut dipertanyakan kualitas pekerjaan dan pengawasannya,” ujar seorang warga di sekitar lokasi kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).

Kerusakan yang muncul dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan terhadap kualitas pekerjaan kontraktor pelaksana. Secara teknis, bangunan pemerintah yang baru selesai dikerjakan seharusnya masih berada dalam masa pemeliharaan dan belum mengalami kerusakan berat.

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyatakan pekerjaan pembangunan SDN Kedungwaringin 01 saat ini masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak pelaksana proyek.

Pihak dinas memastikan kerusakan yang terjadi akan segera ditangani dan diperbaiki sesuai ketentuan kontrak pekerjaan.

“Pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan, sehingga perbaikan akan menjadi tanggung jawab pelaksana kegiatan,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pihak dinas juga akan melakukan monitoring terhadap proses perbaikan agar kondisi bangunan kembali sesuai standar teknis dan aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.