CIGUDEG | BOGOR24JAM.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda Kecamatan Cigudeg akibat hujan deras berintensitas tinggi pada Sabtu (18/4/2026). Sedikitnya 50 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan di lapangan. Ia memastikan seluruh unsur terkait telah dikerahkan untuk merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi.

“Sejak laporan masuk, kami langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk turun ke lapangan. Saat ini kami fokus pada keselamatan warga dan percepatan penanganan agar kondisi segera terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Rudy.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kejadian Bencana, banjir terjadi akibat meningkatnya debit air yang menggerus tembok penahan tanah (TPT) di sejumlah titik. Kondisi tersebut menyebabkan aliran kali tersumbat dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

Luapan air bahkan kembali terjadi pada malam hari, sehingga tim di lapangan harus melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan kondisi tetap aman.

Sebanyak enam desa terdampak, yakni Desa Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Renggasjajar, Batujajar, dan Tegallega. Tercatat 50 warga mengungsi ke rumah kerabat dan masjid terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 25 rumah mengalami kerusakan ringan dan tiga rumah rusak berat.

Atas arahan Bupati Bogor, TRC BPBD Kabupaten Bogor bersama unsur kecamatan, TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, serta aparat desa bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Upaya yang dilakukan meliputi kaji cepat di lapangan, penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan, serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

Selain itu, penanganan juga mencakup pengamanan instalasi listrik oleh PLN guna menghindari risiko yang membahayakan warga.