Oleh: Ary Hendari, Ketua Tim Literasi SMP Negeri 1 Parungpanjang
BOGOR24JAM.COM – Literasi tidak boleh dimaknai sempit hanya sebatas membaca. Lebih dari itu, literasi mencakup keterampilan berbahasa lain seperti berbicara dan menulis yang saling berkaitan dan saling menguatkan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Literasi Sekolah dalam kegiatan rutin 7 KAIH (Kamis Literasi Bareng Barudak/KALIBADAK) yang digelar setiap hari Kamis, 16/04/2026 di SMP Negeri 1 Parungpanjang.
“Literasi tidak boleh berhenti hanya pada kegiatan membaca. Lingkup literasi juga mencakup berbicara dan menulis. Namun, keduanya sangat bergantung pada kemampuan dan kebiasaan membaca,” ungkapnya.
Dari Membaca ke Menulis
Momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025, dimanfaatkan SMPN 1 Parungpanjang melalui Tim Literasi Sekolah untuk mendorong siswa mengembangkan kemampuan menulis.
Program ini tidak hadir secara instan. Sebelumnya, sekolah telah membiasakan siswa dengan kegiatan membaca melalui program readathon dan pembiasaan membaca di kelas yang dilaksanakan secara berkala setiap dua minggu.
Dengan mengusung moto “Jangan stuck pada literasi membaca”, sekolah berupaya membawa siswa naik ke tahap literasi berikutnya: menulis.
Lomba Puisi Jadi Pilihan Strategis