CIAWI | BOGOR24JAM.COM - Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air atau P3AI di Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mendapat sorotan dari media.

Sorotan itu terkait dugaan penggunaan batu bekas, adanya rongga pada bangunan, proyek yang diborongkan, serta penggunaan waterdam yang tidak difungsikan.

Ketua Kelompok P3AI Desa Banjarwangi, Ade Salman, membantah seluruh tudingan tersebut.

"Pak Pendi itu memang anggota kelompok kami. Jadi masa saya harus borongkan.Semua yang bekerja adalah masyarakat sekitar. Terus saya harus bagaimana lagi ketika pembangunan ini dituding diborongkan," ujar Ade kepada Wartawan, Selasa (21/7/2026).

Ade juga meluruskan isu terkait penggunaan batu bekas pada pembangunan. "Batu itu semuanya beli. Saya juga bingung kok ada tudingan batu bekas. Bekas dari mana," katanya.

Hal senada disampaikan pekerja P3AI, Pendi. Ia menjelaskan terkait aliran air di lokasi proyek.

"Kalau ada air yang mengalir itu bukan berarti pondasi dibangun di atas air. Air kami kesampingkan dulu. Itu karena takut masyarakat membutuhkan air tersebut, apalagi sekarang sedang musim kemarau," jelasnya.

Pendi juga menanggapi soal anggaran waterdam dan adanya rongga pada bangunan.

"Untuk biaya waterdam nantinya bisa digunakan untuk hal lain, misalnya untuk memperkuat bangunan atau memperpanjang saluran," ungkapnya.