CILEUNGSI | BOGOR24JAM.COM – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di SDN Cipeucang 02 berlangsung penuh khidmat dan sarat pesan kebangsaan, Rabu (20/5/2026).
Dalam upacara yang digelar di lapangan sekolah, seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa diajak untuk memaknai kebangkitan nasional bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi sebagai semangat yang harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Sekolah SDN Cipeucang 02, Jaja, M.P.d dalam amanat upacara, disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum penting untuk menengok kembali sejarah perjuangan bangsa yang dimulai dari lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, sebagai tonggak awal kesadaran nasional bangsa Indonesia.
Peringatan tersebut juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk memahami bahwa perjuangan kemerdekaan tidak lahir begitu saja, tetapi berasal dari semangat belajar, persatuan, dan keberanian para pemuda yang kala itu memilih bangkit dari keterbelakangan.
“Boedi Oetomo bukan sekadar organisasi, tetapi napas pertama kebangkitan bangsa. Mereka membuktikan bahwa pendidikan mampu menyalakan api perjuangan dan persatuan adalah kekuatan untuk meraih kemerdekaan,” kata Jaja.
Generasi Muda Harus Menjadi Agen Kebangkitan
Pada kesempatan itu pula, siswa-siswi SDN Cipeucang 02 juga diajak untuk meneladani para pendiri Boedi Oetomo yang merupakan anak-anak muda terdidik dengan semangat perubahan.
Mereka diingatkan bahwa kebangkitan nasional hari ini bukan lagi tentang melawan penjajahan fisik, tetapi melawan kemalasan, kebodohan, sikap apatis, serta tantangan zaman seperti distraksi teknologi dan lunturnya semangat persatuan.
“Apakah semangat kebangkitan itu masih mengalir dalam diri kita? Apakah kita benar-benar sudah merdeka jika semangat belajar kalah oleh godaan gawai dan media sosial?” menjadi pertanyaan reflektif yang disampaikan dalam amanat Kepala SDN Cipeucang 02.