BOGOR24JAM.COM – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan Pengajian Akbar yang digelar di Gedung SBS Premiere Venue, Jalan Lingkar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Seorang jamaah dilaporkan meninggal dunia setelah menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Barkot dan Majelis Taklim Fatimah Azzahra tersebut.
Kegiatan yang menghadirkan Ustadzah Halimah Alaydrus dengan tema “Tak Apa Tak Sempurna” itu dihadiri ribuan jamaah muslimah dari berbagai wilayah. Antusiasme peserta terlihat sejak dini hari, bahkan sebagian jamaah disebut telah tiba di lokasi sejak malam hingga menjelang subuh untuk mendapatkan tempat di area kajian yang terbuka secara gratis bagi muslimah.
Di tengah berlangsungnya kegiatan, seorang jamaah mengalami kondisi darurat medis dan dilarikan ke rumah sakit.
Pihak RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang membenarkan menerima dua pasien yang berasal dari lokasi pengajian tersebut. Satu pasien mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sedangkan satu pasien lainnya tiba di rumah sakit dalam kondisi Dead on Arrival (DOA) atau meninggal dunia dalam perjalanan.
“Benar, pada kegiatan Pengajian Akbar kami menerima dua pasien. Satu pasien mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang karena kondisinya baik, sementara satu pasien lainnya tiba di RSUD dalam kondisi Dead on Arrival (DOA) atau meninggal dalam perjalanan,” ujar perwakilan RSUD.
Pihak rumah sakit menjelaskan, pasien yang meninggal dunia berinisial IF (49), warga Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Identitas lengkap korban tidak dipublikasikan guna menjaga kerahasiaan data medis.
Menurut keterangan rumah sakit, saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien sudah tidak memberikan respons dan tidak bernapas. Meski demikian, tim medis tetap melakukan penanganan sesuai prosedur operasional standar (SOP), termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP), Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta pemeriksaan Elektrokardiografi (EKG).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pasien dinyatakan DOA atau meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” jelasnya.
Sementara itu, pasien lainnya datang dengan keluhan nyeri ulu hati yang diduga berkaitan dengan kondisi belum makan. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan observasi medis, pasien tersebut dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang.
