CIBINONG | BOGOR24JAM.COM – Ustadz Achmad Yaudin Sogir menjelaskan bahwa ibadah qurban harus dilandasi dengan keikhlasan, ketakwaan, serta niat ibadah semata-mata karena Allah SWT, bukan hanya dipahami sebagai ritual penyembelihan hewan semata.
Hal tersebut disampaikan dalam tausiyahnya pada pengajian rutin Majelis Taklim Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor yang diselenggarakan setiap Rabu malam.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Achmad Yaudin Sogir menegaskan bahwa qurban dalam perspektif Al-Qur’an memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar penyembelihan hewan pada Hari Raya Idul Adha.
“Qurban adalah simbol pengorbanan, kepatuhan, dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Esensinya bukan pada daging atau darah hewan yang disembelih, tetapi pada ketakwaan orang yang melaksanakannya,” ujar Ustadz Achmad Yaudin Sogir.
Ustadz yang juga Anggota DPRD Kabupaten Bogor dan Wakil Ketua Komisi I itu menjelaskan bahwa makna qurban dalam Al-Qur’an merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 37, yang menegaskan bahwa Allah tidak menerima daging dan darah hewan qurban, melainkan ketakwaan dari hamba-Nya.
“Allah SWT berfirman bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging dan darahnya, tetapi ketakwaan kita. Maka qurban harus dimaknai sebagai ibadah yang penuh keikhlasan dan penghambaan kepada Allah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ibadah qurban juga mengajarkan nilai kepedulian sosial, karena daging qurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk berbagi rezeki dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Melalui tausiyah tersebut, jamaah Majelis Taklim Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor diajak untuk memahami bahwa qurban bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, serta semangat berbagi kepada sesama.