JASINGA | BOGOR24JAM.COM – Warga Kampung Pangaur, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, masih dihantui kekhawatiran setiap memasuki musim hujan. Minimnya infrastruktur penahan tanah di sepanjang aliran Sungai Cipangaur dinilai menjadi penyebab utama wilayah tersebut rentan dilanda banjir.
Sekretaris Desa Pangaur, Agus Hapipuddin, mengungkapkan bahwa pemerintah desa telah berulang kali mengusulkan pembangunan turap penahan tanah (TPT) dan bronjong melalui sistem perencanaan daerah. Namun, hingga kini usulan tersebut belum juga terealisasi.
“Sudah kami usulkan setiap tahun melalui SPID. Harapannya ada pemasangan bronjong atau TPT di pinggir sungai, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Agus saat ditemui di Kantor Desa Pangaur.
Ketiadaan infrastruktur pengaman tersebut kembali berdampak saat banjir bandang menerjang wilayah itu pada Sabtu (18/4/2026). Luapan Sungai Cipangaur menyebabkan puluhan rumah terdampak dan merusak sejumlah fasilitas warga.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Pangaur, sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut. Namun, penanganan pascabencana dinilai masih terbatas.
Hingga saat ini, bantuan yang diterima warga baru berupa delapan paket sembako, jauh dari kebutuhan seluruh korban terdampak.
Kondisi ini memunculkan harapan agar pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur penahan tanah sebagai langkah mitigasi jangka panjang, sehingga risiko banjir dapat ditekan dan warga tidak terus-menerus hidup dalam bayang-bayang bencana.