JASINGA | BOGOR24JAM.COM – Polemik dugaan pemotongan anggaran Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, mendapat tanggapan tegas dari Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kecamatan Jasinga, Rahmat Mulyana.
Rahmat yang akrab disapa Pamatuk menegaskan bahwa Partai Gerindra tidak memiliki keterkaitan dengan dugaan praktik pemotongan anggaran tersebut. Ia juga mengecam pihak yang diduga mencatut nama partai untuk kepentingan tertentu.
Menurut Rahmat, munculnya informasi yang beredar di media sosial, khususnya TikTok, telah menimbulkan persepsi negatif terhadap Partai Gerindra di tengah masyarakat.
"Kami merasa dirugikan karena persoalan ini menyeret nama Partai Gerindra. Jika benar ada pihak yang mengatasnamakan partai, maka itu bukan bagian dari struktur kepengurusan Gerindra di Kecamatan Jasinga," ujar Rahmat, Kamis (16/7/2026).
Pernyataan tersebut merespons tayangan akun TikTok LTVN (Lensa TV News) yang diunggah pada 14 Juli 2026 terkait dugaan pemotongan dana P3TGAI di Desa Barengkok. Dalam tayangan itu disebutkan adanya seorang bernama Nurul yang diduga membawa nama Partai Gerindra.
Rahmat menegaskan pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap identitas oknum yang dimaksud. Menurutnya, pencatutan nama partai tanpa kewenangan dapat merusak citra organisasi dan menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
"Kami akan mencari dan menelusuri kebenaran informasi tersebut. Yang jelas, orang yang disebutkan itu bukan bagian dari pengurus struktural Partai Gerindra Kecamatan Jasinga. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan nama partai untuk kepentingan pribadi," tegasnya.
Ia menambahkan, Partai Gerindra selama ini berkomitmen mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Karena itu, segala bentuk dugaan penyimpangan anggaran harus diusut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Rahmat juga menilai dugaan pemotongan dana program pemerintah bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi yang terus didorong Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
