BOGOR24JAM.COM — Polda Jawa Barat menggelar apel pagi sebagai bagian dari persiapan operasi patroli gabungan guna menekan aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor serta wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Selasa (25/2/2026).

Apel yang berlangsung di halaman PT Antam Pongkor tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit Waster Pam Obvit Polda Jawa Barat, AKBP Temy Suryanto, didampingi Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya Polres Bogor, Koramil Nanggung, Polisi Hutan (Polhut), Denpom, Satpol PP, Ketua Hutan Kemasyarakatan (HKM), Linmas desa se-Kecamatan Nanggung, serta petugas keamanan internal PT Antam.

AKBP Temy Suryanto menjelaskan bahwa patroli gabungan akan dilaksanakan selama tiga hari dengan fokus mempersempit ruang gerak para pelaku penambangan emas ilegal.

“Operasi ini bertujuan menekan aktivitas PETI sehingga dapat menimbulkan efek jera bagi para pelaku,” ujar Temy.

Ia menegaskan, sasaran utama dalam operasi tersebut adalah gubuk-gubuk penambang ilegal serta lubang tambang yang masih aktif di kawasan IUP PT Antam Pongkor.

“Sasarannya adalah gubuk PETI dan lubang tambang. Jika ditemukan, akan kami tutup dan tertibkan tanpa dilakukan pembakaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menekankan bahwa seluruh personel yang terlibat harus bekerja dalam satu komando selama operasi berlangsung.

Menurutnya, setiap koordinator lapangan diwajibkan melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan masing-masing, termasuk terkait penutupan lubang tambang ilegal yang ditemukan selama patroli.